Dusun Sungai Beruang Terima Bantuan Kesehatan

Dusun Sungai Beruang merupakan salah satu daerah transmigrasi Satuan Permukiman (SP) Pugar yang diperuntukkan bagi warga setempat (lokal) di perbatasan. Jenis transmigrasi SP Pugar ini berhak mendapatkan pemugaran permukiman dan penyediaan fasilitas umum dari pemerintah. Dusun Sungai Beruang terletak di Desa Sungai Tekam Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau.

Warga transmigrasi SP Pugar Dusun Sungai Beruang

Pada masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah pusat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau menyerahkan bantuan alat kesehatan dan obat-obatan. Bantuan tersebut diserahkan oleh perwakilan Kepala Dinas Nakertrans yakni bapak H. Supardi Z., S. AP, M.Si selaku Kepala Bidang Transmigrasi kepada Kepala Dusun Sungai Beruang, Bapak Antonius Ajun. Penyerahan bantuan  disaksikan oleh Ibu Rita Karunia,A.Md.Keb selaku Bidan setempat beserta masyarakat SP Pugar Sungai Beruang di Balai Dusun Sungai Beruang pada hari Kamis (27/08).

Serah terima bantuan alat kesehatan dan obat-obatan

Dalam sambutannya, Bapak H. Supardi Z., S. AP, M.Si menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Sanggau dan Kepala Dinas Nakertrans Sanggau yang tidak dapat hadir karena ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan. Mereka berpesan agar bantuan ini digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat Dusun Sungai Beruang. Selanjutnya diharapkan masyarakat agar tetap peduli terhadap himbauan pemerintah terkait pandemi Covid-19, bekerja seperti biasa dan semagat.  Jangan lupa memakai masker dan cuci tangan serta menjaga kekompakan untuk kepentingan kita bersama.

DONOR DARAH DI NAKERTRANS SANGGAU

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sanggau bertandang ke kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau pada Kamis (13/08). Dalam kesempatan tersebut, diadakan kegiatan Aksi Donor Darah Sukarela. Hal ini terkait permintaan dari Ibu Yohana Kusbariah Ontot selaku Ketua Pengurus Palang Merah Indonesia Kabupaten Sanggau untuk memenuhi kebutuhan stok darah di masa pandemi Covid-19 guna diteruskan kepada pasien yang membutuhkan. Drs. Paulus Usrin selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau menyambut baik petugas yang hadir serta mengerahkan para ASN di lingkungan kantor dinas tersebut.

Cek Kondisi Calon Pendonor Darah

Sebelum para calon pendonor mendonorkan darahnya, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaann antara lain pengukuran berat badan, tekanan darah, uji hemoglobin dan uji golongan darah. Menurut petugas PMI Kab. Sanggau, syarat pendonor yang diterima darahnya yakni sebagai berikut.

  1. Berat badan minimal 45 kg.
  2. Tidak sedang hamil dan menyusui.
  3. Tekanan darah minimal 100/70 mmHg
  4. Hemoglobin minimal 12 gram. Tetesan darah diuji dengan suatu reagen. Apabila tetesan darah calon pendonor mengapung, maka tidak memenuhi syarat untuk menjadi pendonor.
  5. Usia pendonor di bawah 50 tahun. Calon pendonor di atas 50 tahun diperbolehkan ikut donor darah jika dia sudah pernah mendonorkan darahnya.
  6. Tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan.
Para Sukarelawan Aksi Donor Darah

Dari sekian pegawai di lingkungan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau, hanya diperoleh 3 (tiga) kantong darah. “Saya ucapkan terima kasih kepada pihak PMI Kabupaten Sanggau yang telah datang ke sini. Dan tentu dapat dikatakan bahwa staf kami di sini tidak banyak, banyak pula yang tidak memenuhi syarat (untuk menjadi pendonor). Ada pula yang sedang dalam perjalan dinas. Mudah-mudahan nanti dalam tiga bulan ke depan, kita bisa mengingatkan lagi untuk meminta ikut donor darah.” Demikian penjelasan Kepala Dinas kepada salah satu petugas PMI Kabupaten Sanggau.

OPTIMALISASI LPTSA ENTIKONG UNTUK PERLINDUNGAN CPMI DAN PMI

Rapat Koordinasi Optimalisasi Peran dan Fungsi LPTSA Entikong

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau bersama Dinas instansi terkait di Kabupaten Sanggau mengadaan rapat koordinasi pada Rabu (29/07). Dalam pertemuan tersebut dibahas optimalisasi peran dan fungsi Lembaga Pelayanan Terpadu Satu Atap (LPTSA) di Entikong. Sebagaimana untuk diketahui bersama, LPTSA Entikong berada di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat. LPTSA Entikong ini telah diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat pada tahun 2018. Namun, belum berfungsi sebagaimana mestinya dikarenakan beberapa kendala teknis.

Dalam sambutannya, Drs. Paulus Usrin, M.Si selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau menyatakan bahwa pembangunan LPTSA Entikong ini dimaksudkan untk memberi kemudahan layanan kepada Calon Pekerja Migran indonesia (CPMI) dan Pekerja Migran indonesia (PMI) dalam melengkapi persyaratan administrasi keberangkatannya bekerja ke luar negeri. “Jadi mereka cukup datang ke LPTSA, semua persyaratan dan prosedur menjadi PMI bisa selesai dalam satu tempat. Ini merupakan salah satu usaha pemerintah memberi perlindungan dan tata kelola terhadap PMI ke arah yang lebih baik.”

Pihak terkait yang akan melaksanakan pelayanan di LPTSA Entikong antara lain Dinas Dukcapil Kabupaten Sanggau, Disnakertrans Kabupaten Sanggau, Dinas kesehatan, Kepolisian Kabupaten Sanggau, Imigrasi Kabupaten Sanggau, BNP2PMI dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sanggau. Pelayanan di LPTSA Entikong sudah berjalan namun belum optimal. Masih ada kekurangan yakni pelayanan dari Dinas Dukcapil dan Dinas Kesehatan belum optimal karena tidak adanya personel yang kompeten untuk ditempatkan di LPTSA Entikong. Untuk itu, pelayanan dari Dinas Dukcapil dan Dinas Kesehatan akan dilakukan dari jarak jauh atau on call. Selain itu, terbatasnya alat, sarana dan prasarana pendukung pelayanan juga menghambat pelayanan di LPTSA Entikong. Adapun dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau sudah ada petugas yang stand by yakni Bapak Ade Alhata.

Saat kesimpulan akhir rapat koordinasi tersebut, Wakil Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M.Si menegaskan, “Tidak ada alasan bagi Perangkat Daerah terkait dalam pelayanan di LPTSA Entikong tidak menempatkan petugas atau personilnya untuk melakukan pelayanan di LPTSA Entikong.” Selain itu, untuk mengoptimalisasi LPTSA Entikong harus ada komitmen bersama dari Perangkat Daerah untuk sungguh-sungguh ingin melakukan pelayanan yang terbaik bagi PMI.

Beberapa poin kesimpulan berikutnya antara lain perlu secepatnya menindaklanjuti permasalahan-permasalahan yang menjadi kendala teknis dari Perangkat Daerah terkait pelayanan di LPTSA Entikong, terutama dari Dinas Dukcapil dan Dinas Kesehatan. Kemudian perlu percepatan revisi Pergub Nomor 11 Tahun 2016 tentang LPTSA Penempatan dan Perlindungan TKI Provinsi Kalimantan Barat dan Keputusan Gubernur Nomor 701 tentang Keanggotaan LPTSA Entikong. Terakhir, jika dimungkinkan perlu adanya studi banding ke LPTSA Nunukan Kalimantan Utara, karena LPTSA Entikong kondisinya sama dengan daerah tersebut.

Wakil Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M.Si
meninjau LPTSA Entikong

Menindaklanjuti rapat koordinasi tersebut, pada hari Selasa (05/08), Wakil Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M.Si bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau, Drs. Paulus Usrin, M.Si bertandang ke LPTSA Entikong. Dalam kesempatan tersebut, beliau meninjau kesiapan tempat, fasilitas, jaringan internet dan harapan agar dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

“Bagaimana tata kelola pelayanan terpadu satu atap yang ada di Entikong. Ketika rapat sudah saya tegaskan bahwa antara ULKI (Unit Latihan Kerja Industri) dan sistem yang ada di sini, harus mengalir seperti darah dalam nadi. Karena biasanya para pekerja yang datang ke Malaysia ini tidak dibekali dengan keterampilan yang cukup, terkait dengan kebutuhan pekerja yang ada di Malaysia,” Wakil Bupati Sanggau menjelaskan betapa pentingnya manajemen dalam pelayanan LPTSA.

100% Peserta Berhasil Mengakses SIMIRA dan SIPEWIRA

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs. Paulus Usrin, M.Si. sebagai Project Leader dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan V menginisiasi layanan online berbasis website “SIMIRA” dan SIPEWIRA”. Layanan ini dapat diakses melalui website Dinas Nakertrans Kabupaten Sanggau. Untuk mengetahui sejauh mana layanan ini dapat berfungsi, Project Leader berserta tim efektifberkunjung ke Desa Suka Gerundi Kecamatan Parindu untuk melakukan Uji Coba Layanan “SIMIRA” (Sistem Informasi Minat Wirausaha) dan “SIPEWIRA” (Sistem Informasi Pelatihan Wirausaha) kepada para calon pencari kerja pada hari Rabu (01/07).

Aparat Kantor Desa dan calon peserta pelatihan menyambut baik terhadap program yang telah dibuat, dengan harapan dapat mempercepat dan memperpendek jarak tempuh calon pencari kerja dalam memperoleh informasi dan mendapatkan pelayanan. “Saya rasa ini kebijakan yang baik oleh Pemerintah Kabupaten Sanggau pada Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau,” pernyataan dukungan dari Sartono, Kepala Desa Suka Gerundi dalam sambutannya. “Apabila dia sudah dapat suatu pelatihan maka dia bisa mendapatkan pekerjaan. Ini yang kita inginkan.”

Pemaparan SIMIRA dan SIPEWIRA oleh Project Leader

Para peserta dihimbau untuk membawa KTP sebagai identitas diri dan smartphone sebagai sarana untuk pengisian form SIMIRA dan akses menu SIPEWIRA. Project Leader juga menjelaskan apa itu SIMIRA dan SIPEWIRA serta tata cara pengisian form SIMIRA. “SIMIRA merupakan konten pelayanan berbasis website yang dimaksudkan untuk menjaring data para peminat wirausaha untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan dalam hal peningkatan keterampilan dan keahlian dibidang tertentu. Sedangkan SIPEWIRA merupakan konten penyedia informasi kepada para peminat pelatihan kewirausahaan tentang program pelatihan yang tersedia. Cara aksesnya sederhana sekali, bisa juga diakses melalui smartphone, dengan mengetik http://disnakertrans.sanggau.go.id/ di kotak alamat website.”

Para peserta antusias mengikuti uji coba layanan ini walaupun sempat ada kendala teknis berupa lemahnya sinyal jaringan telekomunikasi. Hal ini dapat diatasi dengan berbagi tethering antar sesama peserta uji coba. Para peserta rata-rata memiliki smartphone sehingga pengisian form SIMIRA dapat berlangsung dengan cepat. Hanya dibutuhkan kurang lebih 5 menit saja dalam mengisi form hingga selesai. Para peserta juga telah memahami informasi yang ada dalam menu SIPEWIRA sehingga bisa memutuskan akan memilih program pelatihan yang tersedia.

Peserta Uji Coba SIMIRA dan SIPEWIRA di Desa Suka Gerundi, Kec. Parindu

Setelah peserta satu per satu meng-input data mereka melalui perangkat smartphone, hasilnya dapat langsung dilihat pada monitor admin website. Semua data peserta uji coba layanan berhasil ter-submit ke website Nakertrans.

Kegiatan uji coba layanan online berlangsung dengan lancar walaupun hanya diikuti oleh 14 orang peserta. Hal ini mengingat protokol kesehatan terkait pandemi Covid-19 yang tidak membolehkan adanya kerumunan atau keramaian dalam suatu kegiatan. Sebelum masuk ke ruangan kegiatan, para peserta juga diharuskan mencuci tangan terlebih dahulu dan memakai masker. Dengan segala keterbatasan tersebut, tidak mengurangi semangat peserta dalam mengikuti kegiatan uji coba layanan online SIMIRA dan SIPEWIRA.

Coba di sini :
http://disnakertrans.sanggau.go.id/form-simira/
http://disnakertrans.sanggau.go.id/sipewira/

ASN Nakertrans Sanggau dan Supir Taksi Jalani Rapid Test Covid-19

ASN (PNS dan Tenaga Kontrak) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Sanggau bersama para Supir Taxi di Wilayah Kab. Sanggau di-Rapid test corona oleh Tim dari Puskesmas Tanjung Sekayam pada hari Jumat (12/06). Pemeriksaan ini berdasarkan atas permohonan dari Kepala Dinas Nakertrans Kab. Sanggau kepada Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sanggau dalam rangka memberikan  perlindungan dan memutus mata rantai penyebaran virus corona. Hal ini dilaksanakan mengingat tugas pokok dan fungsi Disnakertrans Kab. Sanggau  di masa pandemi Covid-19 ini tetap aktif melakukan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan pembuatan Kartu Pencari Kerja, pendampingan untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja, monitoring pemulangan PMI, penyelesaian Kasus-kasus Bidang Ketenagakerjaan dan Bidang Transmigrasi. Meskipun telah menerapkan protokol kesehatan, tidak menutup kemungkinan para ASN di dinas ini dapat terpapar virus Corona.

Rapid test corona adalah salah satu jenis pemeriksaan untuk mendeteksi adanya infeksi virus Corona (COVID-19) dalam tubuh. Rapid test sebagai upaya screening atau seleksi orang yang berpotensi terinfeksi karena ada keluhan klinis seperti batuk, pilek, demam, gangguan pernapasan dan sakit tenggorokan.

Tahapan pemeriksaan yang dilakukan yakni pertama, pengecekan suhu tubuh. Suhu tubuh dalam keadaan normal berada di kisaran 36,1 – 37,2 derajat Celcius. Ketika suhu tubuh berada di atas normal, berarti tubuh sedang berjuang melawan penyakit atau infeksi yang menyerang.

Tahapan kedua rapid test adalah pengambilan sampel darah untuk menguji reaktif atau tidaknya darah terhadap reagen Covid-19. Apabila hasil tes dinyatakan positif, belum tentu orang tersebut menderita Covid-19. Hal ini perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui Real-Time-PCR (RT-PCR) dengan swab tenggorokan. Jika hasil tes dinyatakan negatif, maka perlu dilakukan tes kembali setelah 10 hari kemudian. Seseorang dikatakan bebas Covid-19 bila hasil rapid test kedua juga negatif.

“Puji Tuhan, hasil rapid tes kemarin (Jumat, 12/06) staf Disnakertrans dan para sopir taxi Sanggau semuanya non reaktif”, Paulus Usrin selaku Kepala Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi menyampaikan kabar baik dari Puskesmas Tanjung Sekayam Kabupaten Sanggau.

Seremonial Lepas Sambut Kabid Dinas Nakertrans Sanggau

Sanggau – Upacara peringatan HUT ke-63 Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat di Lapangan Kantor Bupati Sanggau telah usai. Namun di kantor Dinas Nakertrans Sanggau terlihat kesibukan tersendiri. Hal ini berkaitan dengan adanya wajah baru yang akan mewarnai kantor tersebut. Sebelumnya pada hari Jumat (24/1), telah dilantik para Pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sanggau, yang diharapkan dapat membawa Kabupaten Sanggau lebih maju.

Terjadi perubahan dalam struktur organisasi Nakertrans, yakni Bapak Murdiansyah, S.IP dan Bapak Hironimus Banuel, S.Sos yang harus melepaskan jabatan Kabid Hubungan Industrial dan Kabid Transmigrasi dan akan mengabdi di tempat yang baru. Sebagai penggantinya, Kabid Hubungan Industrial selanjutnya ditempati oleh Bapak Bambang Hariyoseno, S.Sos dan Kabid Transmigrasi diduduki oleh Bapak Supardi Z., S.AP., M.Si. Adapun bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja yang selama ini kosong, akan ditempati oleh Ibu Sakina Dihara, SH.

Pak Hiro selaku Kabid Transmigrasi yang lama berpesan kepada Pak Supardi. “Masih menjadi PR, bahwasannya di Sungai Beruang, HPL tanah yang diusulkan diperkirakan akan menimbulkan polemik. Secara umum (ini juga merupakan) permasalahan Transmgrasi di seluruh Indonesia.”

“Promosi atau mutasi merupakan sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Saya pribadi mohon maaf jika selama di sini ada candaan, gurauan yang menyinggung. Harap maklum saja, udah lah kantor kita disintok, mendung pula,” ujar Pak Murdiansyah saat penyampaian pesan dan kesannya.

“Keberadaan kami bertiga ini tolong didukung untuk hal-hal yang baru. Saya perlu masukan, petunjuk dari Bapak Kadis, Sekdis dan rekan-rekan di sini,” kata Pak Supardi mewakili para Kabid baru dalam sambutannya.

Saat pemberian cinderamata, Bapak Drs. Paulus Usrin, M.Si. berkata,”Mudah-mudahan barang ini bisa menjadi bagian dari teman-teman teman di tempat tugas yang baru, sehingga bisa satu warna. Demikian. Diterima dengan ikhlas ya.” Acara ini diakhiri dengan salam-salaman sebagai tanda keakraban serta makan siang dan karaoke. Tidak ada tangisan, semuanya tersenyum, saling mengikhlaskan.

Penetapan UMK Sanggau 2020

Pelaksanaan rakor bersama antara unsur pemerintah, Dewan Pengupahan Kabupaten Sanggau, Serikat Pekerja dan APINDO berlangsung pada hari Rabu (6/11). Kegiatan tersebut diadakan di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau.

Paulus Usrin selaku Kepala Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau menjelaskan bahwa pertemuan ini menghasilkan kesepakatan mengenai Upah Minimum Kabupaten Sanggau. UMK Sanggau ditetapkan sebesar Rp2.515.262,00 per 1 Januari 2020. Adapun dasar penetapan UMK tersebut antara lain PP 78 Tahun 2015, UU Nomor 13 tahun 2003, Permenaker 15 Tahun 2018 dan Permenaker 21 Tahun 2016.

Perhitungan upah minimum yang akan ditetapkan dipengaruhi oleh upah minimum tahun berjalan, inflasi yang dihitung dari periode September tahun yang lalu sampai dengan periode September tahun berjalan dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang dihitung dari pertumbuhan Produk domestik Bruto yang mencakup periode kwartal III dan IV tahun sebelumnya dan periode kwartal I dan II tahun berjalan. Dari beberapa faktor di atas sehingga didapatlah penetapan angka upah tersebut.

Selanjutnya, UMK Sanggau ini diusulkan ke Gubernur Kalimatan Barat, Sutarmidji, untuk kemudian disahkan. Pada akhirnya, penetapan UMK Sanggau tersebut terlah berlaku pada semua sektor berdasarkan keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 1374/DISNAKERTRANS/2019.

NASGOR SUKA-SUKA ALA NAKERTRANS SANGGAU RAIH JUARA I

Dalam rangkaian acara HUT ke-20 Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sanggau, Bapak Drs. Paulus Usrin, M.Si selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau turut serta dalam lomba masak nasi goreng antar Kepala OPD. Dalam proses memasak nasi goreng, beliau dibantu oleh Pak Hamidi. Kegiatan tersebut diadakan di halaman Kantor Bupati Sanggau pada hari Jumat, 18 Oktober 2019, setelah senam bersama.

Pemilihan nama “Suka-Suka” untuk nasi goreng tersebut berdasarkan perbincangan santai antara pak Kadis dengan para staf Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau pada hari sebelumnya. Persiapan lomba juga dilakukan secara matang melalui diskusi mengenai bumbu yang akan digunakan serta persiapan alat masak.

Sempat terjadi kepanikan di awal lomba. Begitu panitia meniup peluit tanda dimulai, kompor gas malah tidak bisa digunakan. Setelah diutak-atik, kompor pun menyala juga.

Ibu-ibu Nakertrans tidak kalah heboh menyemangati Pak Kadis. “Pak, itu nasinya hampir gosong!” teriak mereka mengingatkan.

Pada akhirnya, usaha-usaha tersebut membuahkan hasil yang manis. Nasi goreng Suka-Suka pun meraih juara I.

contoh judul

//DISKOMINFO-SGU//

 

SANGGAU, dilaksanakan rapat koordinasi Camat Se-Kabupaten Sanggau tahun 2019 dalam rangka “sinegritas bersama dalam percepatan pembentukan Desa Mandiri yang bermartabat di Kabupaten Sanggau” bertempat di aula lantai I Kantor Bupati Sanggau (14/10/2019)  09:00 WIB.

Hadir pada kesempatan itu Bupati Sanggau Paolus Hadi S.IP.,M.Si, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot M.Si, Kapolres Sanggau AKBP. Imam Riyadi, S.Ik, MH, Pasiter Kodim 1204/Sanggau, Kapten Inf Eko Prasetyo Widodo, Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara M. faidul Aliim Romas, S.H, Kepala Pengadilan Arief Budiono,SH,MH, Pj Sekda Ir.Kukuh Triyatmaka, MM, Danramil Se-Kab.Sanggau, Kapolsek Se-Kab.Sanggau, Camat Se – Kabupaten dan Kepala OPD.

Adapun maksud dan tujuan kegiatan tersebut yaitu pelaksanaan kegiatan  pertama membahas isu-isu yang berkembang di masyarakat serta untuk memperoleh informasi penting yang perlu menjadi perhatian kita bersama dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat untuk mewujudkan pembangunan desa.

Bupati Sanggau berharap Membangun desa menuju kemandirian sehingga dapat berdaya dan mengalami kemajuan di sektor ekonomi, infrastruktur, sosial, dan budaya hanya dapat dicapai dengan tata kelola pemerintahan desa yang baik.

Bupati Sanggau menilai harus ada percepatan pembangunan agar bisa menjadi desa mandiri, ini sesuai dengan perintah dari Gubernur, Kapolda, panglima untuk kita bersama-sama mewujudkan desa mandiri, dari indikator yang ada, Bupati Sanggau meminta para kades segera mengolah data dan segera ditindaklanjuti. Bupati Sanggau meminta agar data secepatnya masuk ke kabupaten. Pentingnya data itu, karena dalam membangun perlu ada strategi.

Disamping itu memberikan pemahaman terhadap aturan tentang pemanfaatan Dana Desa  dan Alokasi Dana Desa, agar terfokus dan terarah, sehingga lebih berdaya guna bagi masyarakat. “Kabupaten Sanggau saat ini masih ada sekitar 73 Desa dalam status tertinggal, Namun demikian, tetap optimis dengan gencarnya pembangunan di Desa, akan mengubah status Desa hingga menjadi maju bahkan mandiri.”Tegasnya

Pelatihan Penerapan Teknologi Tepat Guna Tahun 2017 Desa Kuala Buayan Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau

Pelatihan Penerapan Teknologi Tepat Guna tahun 2017 dilaksanakan di halaman di samping Balai Pertemuan Desa Kuala Buayan Kecamatan Meliau. Kegiatan Pelatihan Penerapan Teknologi Tepat Guna dilaksanakan selama 10 (sepuluh) hari dari tanggal 20 Maret s/d 30 Maret 2017.

Kegiatan Pelatihan Penerapan Teknologi Tepat Guna tahun 2017 Desa Kuala Buayan dimaksudkan untuk pengelolaan Program secara terpadu dan bervisi pemberdayaan untuk memberikan pelatihan di bidang teknologi tepat guna khususnya pelatihan pembuatan Batako, Kerawang dan Paving Block dengan mendayagunakan sumber-sumber setempat yang terdapat di Desa Kuala Buayan sesuai dengan karakteristik dan potensi Desa Kuala Buayan, dan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Desa Kuala Buayan.

Peserta Pelatihan Teknologi Tepat Guna.

Sambutan Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Sanggau.

Laporan Ketua Panitia

Sambutan Kepala Desa Kuala Buayan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Serah terima secara simbolis paket bantuan peralatan

Perlengkapan Pelatihan TTG 2017

 

 

 

 

 

 

 

Tempat pelaksanaan pelatihan TTG 2017

Bahan Praktek Semen

Bahan Praktek Pasir

 

 

 

 

 

 

 

produk hasil pelatihan TTG 2017